Hey there, How’s life?

manhattan-beach-sunset-matt-macmillan

Hi! Sebelumnya ini merupakan post-an pertama dan tulisan Aku yang pertama kali Aku post di dunia virtual, entah kenapa baru sekarang menyempatkan mencoba nulis lagi dan mempostnya..
Have you ever wondered how it’s feel to be somebody else? Somebody that you adore the most or just another person who isn’t you. Iya Aku tau, Aku ngga bersyukur, Aku ngga percaya diri, Aku terlalu iri, Aku terlalu banyak menuntut, terlalu banyak meminta, terlalu banyak bermimpi, terlalu banyak berharap.. satu pertanyaannya, pernah ngga pengen jadi orang lain dalam hidup ini?? Jawaban Aku IYA.
Aku berharap kalo Aku adalah dia yang mempesona dengan hanya tutur katanya, dia yang begitu cerdas menentukan sikap dan langkah, dia yang begitu gagah dengan tonggak kepemimpinannya, dia yang begitu terang dengan percaya dirinya, dia yang begitu menarik hanya dengan sebuah senyuman, dia yang tak perlu bersusah payah mempunyai sesuatu, dia yang dapat selalu menghadirkan tawa disetiap langkahnya, dia yang begitu anggun bak seorang dewi, dia yang tegar seperti karang, dia yang tetap bersinar bahkan dalam gelapnya. DIA, DIA, DIA. Bukan Aku.
Lalu salah seorang sahabat Aku bercerita tentang kisahnya… di penghujung ceritanya, dia berkata
“ ah, andai Aku sepertimu…..” sungguh ternyata ada yang menginginkan menjadi seperti Aku. Seperti Aku! Aku yang hanya seorang pengecut sejati, Aku yang hanya bisa berkata, Aku yang hanya berada dibalik layar, Aku yang hanya mencoba menikmati, Aku hanya seonggok daging berjalan yang tidak jelas, Aku yang hanya seorang pengeluh hebat, Aku yang hanya bisa meratap, Aku yang hanya bisa menangisi, Aku yang hanya bisa berangan-angan, Aku yang hanya bisa berharap.. Aku! Dia mau jadi seperti AKU!
Lalu hingga Aku tersadar, Tuhan itu sungguh adil. Kita seperti menaiki bianglala didalam hidup ini. Saat Aku berada di posisi terbawah Aku begitu menginginkan menjadi seseorang di posisi teratas, dan saat giliran Aku diatas ada seseorang dibawah yang menginginkan posisi Aku. Berputar-berputar, terulang, terus-menerus menjadi sebuah siklus absolut dalam hidup ini. Ahh sungguh…
Sebuah senyum yang selalu mengiringi saat menulis ini.. ironi dan klise namun sebuah realita. Kita begitu ingin menjadi seseorang yang namun kita juga bangga dan bahagia ternyata ada seseorang lain yang ingin menjadi kita disaat yang bersamaan. Karena bahagia berjalan seirama dengan nestapa, karena itulah kita manusia. Iya, Aku manusia.

“dear Lord, I know I’ve been selfish.. but walk with me so that I can be more selfless”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: