Pucuk dicinta ulam pun tiba

poster igtf

IPB GOES TO FIELD..
kalo kata afghan jodoh ngga kemana itu sepertinya bener banget.. jadi ceritanya tadi malem saya lagi ngebet banget mau cari kegiatan volunteering buat ngisi liburan semester 4 ini. ternyata susah juga ya nyari kegiatan volunteering buat mahasiswa yang gratis tidak dipungut biaya sepeser pun kalaupun iya harus sudah berpengalaman atau “qualified volunteer” gitu, ya macem saya gini belum pernah sama sekali jadi susah deh..
tapi… PUCUK DICINTA ULAM PUN TIBA. paginya saya dapet broadcast tetang kegiatan kece satu ini dan tak dinyana justru dari kampus tercinta sendiri hehe (saya baru tau IGTF ada oprecnya dan baru inget juga).

IGTF itu apa?
IGTF atau IPB Goes To Field adalah suatu program dari LPPM IPB yang terdiri atas mahasiswa dan dosen IPB turun ke lapangan untuk mengatasi permasalahan di masyarakat. IGTF bertujuan untuk membantu masyarakat mengatasi permasalahannya, sambil sekaligus memberi pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup bersama dan bekerjasama dengan masyarakat. mirip sama KKN ya? hmm sounds interesting 🙂

So, I want (really want) to join this awesome activity. I’ve been imagined it’ll be such a superb experience to be a part of volunteer in IGTF. wish me luck guys!!!

p.s: the registration start from June 5-13th. for further information: http://lppm.ipb.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=3755:sosialisasi-dan-jadwal-penjelasan-umum-igtf-tahun-2015&catid=39:warta-lppm&Itemid=18

Cheers!

Likasari #LiburanBermakna

Hey there, How’s life?

manhattan-beach-sunset-matt-macmillan

Hi! Sebelumnya ini merupakan post-an pertama dan tulisan Aku yang pertama kali Aku post di dunia virtual, entah kenapa baru sekarang menyempatkan mencoba nulis lagi dan mempostnya..
Have you ever wondered how it’s feel to be somebody else? Somebody that you adore the most or just another person who isn’t you. Iya Aku tau, Aku ngga bersyukur, Aku ngga percaya diri, Aku terlalu iri, Aku terlalu banyak menuntut, terlalu banyak meminta, terlalu banyak bermimpi, terlalu banyak berharap.. satu pertanyaannya, pernah ngga pengen jadi orang lain dalam hidup ini?? Jawaban Aku IYA.
Aku berharap kalo Aku adalah dia yang mempesona dengan hanya tutur katanya, dia yang begitu cerdas menentukan sikap dan langkah, dia yang begitu gagah dengan tonggak kepemimpinannya, dia yang begitu terang dengan percaya dirinya, dia yang begitu menarik hanya dengan sebuah senyuman, dia yang tak perlu bersusah payah mempunyai sesuatu, dia yang dapat selalu menghadirkan tawa disetiap langkahnya, dia yang begitu anggun bak seorang dewi, dia yang tegar seperti karang, dia yang tetap bersinar bahkan dalam gelapnya. DIA, DIA, DIA. Bukan Aku.
Lalu salah seorang sahabat Aku bercerita tentang kisahnya… di penghujung ceritanya, dia berkata
“ ah, andai Aku sepertimu…..” sungguh ternyata ada yang menginginkan menjadi seperti Aku. Seperti Aku! Aku yang hanya seorang pengecut sejati, Aku yang hanya bisa berkata, Aku yang hanya berada dibalik layar, Aku yang hanya mencoba menikmati, Aku hanya seonggok daging berjalan yang tidak jelas, Aku yang hanya seorang pengeluh hebat, Aku yang hanya bisa meratap, Aku yang hanya bisa menangisi, Aku yang hanya bisa berangan-angan, Aku yang hanya bisa berharap.. Aku! Dia mau jadi seperti AKU!
Lalu hingga Aku tersadar, Tuhan itu sungguh adil. Kita seperti menaiki bianglala didalam hidup ini. Saat Aku berada di posisi terbawah Aku begitu menginginkan menjadi seseorang di posisi teratas, dan saat giliran Aku diatas ada seseorang dibawah yang menginginkan posisi Aku. Berputar-berputar, terulang, terus-menerus menjadi sebuah siklus absolut dalam hidup ini. Ahh sungguh…
Sebuah senyum yang selalu mengiringi saat menulis ini.. ironi dan klise namun sebuah realita. Kita begitu ingin menjadi seseorang yang namun kita juga bangga dan bahagia ternyata ada seseorang lain yang ingin menjadi kita disaat yang bersamaan. Karena bahagia berjalan seirama dengan nestapa, karena itulah kita manusia. Iya, Aku manusia.

“dear Lord, I know I’ve been selfish.. but walk with me so that I can be more selfless”